Selasa, 06 Maret 2012

GURU PAI JATENG GELAR SEMILOKA

SEMARANG - Musyawarah Guru Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam (MGMP PAI) SMP, belum lama ini, menggelar seminar dan lokakarya (semiloka) bertema "Pengembangan dan Pembiasaan PAI pada Sekolah" di aula SMP Negeri 14 Semarang. Kegiatan itu menampilkan pembicara Dr H Nur Abadi SAg MPd (Kasi Kelembagaan dan Ketatalaksanaan Kanwil Kemenag Jateng). Acara dibuka Ketua Dewan Pembina MGMP PAI SMP Jateng Drs HM Nasikin MPd yang juga Kepala SMP Negeri 1 Demak.
Ketua MGMP PAI SMP Jateng Drs H Mahmudi MAg menjelaskan semiloka diikuti 67 peserta, terdiri atas pengurus MGMP PAI Kabupaten/Kota se-Jateng. Kegiatan itu merupakan hasil kerja sama antara Direktorat Pendidikan Agama Islam Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kemenag RI dan MGMP PAI SMP Jateng. "Ini merupakan upaya kami dalam meningkatan kualitas guru PAI di sekolah," katanya.
Pada kesempatan itu Dr Nur Abadi mengharapkan para guru agama Islam mampu mengimplentasikan panduan pembiasaan diri yang telah diterbitkan Kemenag, baik berupa intra maupun ekstrakurikuler. Dengan demikian, pada akhirnya peserta didik diharapkan mempunyai karakter dan peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa sebagaimana dimakusd dalam UU No 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas. Bahkan, lanjutnya, guru PAI dituntut mampu mengidentifikasikan detil-detil penerapan akhlak mulia di sekolah, di rumah dan di masyarakat.
Sumber : Suaramerdeka.com Rabu 15 Februari 2012
"Hal ini akan sangat sinergi dengan tujuan pendidikan agama Islam di sekolah yaitu membentuk pola pikir, pola sikap, dan pola tindak peserta didik yang mengarah pada akhlak mulia," tandasnya.
Menurut dia, untuk mewujudkan tujuan tersebut dapat dilakukan melalui kegiatan pembelajaran dan praktik pembiasaan. Hal ini sejalan dengan konsep pendidikan karakter bangsa yaitu kualitas perilaku kolektif kebangsaan yang khas. Semua itu tercermin dalam kesadaran, pemahaman, rasa, karsa dan perilaku berbangsa dan bernegara sebagai hasil olahpikir, olahhati, olahrasa dan karsa, serta olahraga seseorang atau sekelompok orang. (D10-91)
300 Mahasiswa STAIMUS Ikuti PPL
SOLO - Sebanyak 300 mahasiswa jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI) Sekolah Tinggi Agama Islam Mambaul Ulum Surakarta (STAIMUS) mengikuti Program Pengalaman kerja (PPL). Pelepasan mahasiswa PPL dilakukan oleh Ketua STAIMUS Drs H Syamsuddin MSI, Minggu (12/2) di kampus setempat Jl Sadewa No 14 Serengan, Surakarta.
"PPL merupakan perkuliahan lapangan yang wajib diikuti mahasiswa," kata Ketua Jurusan PAI Drs H Muh Samsuri MSI dalam siaran pers yang dikirimkan ke Suara Merdeka, Senin (13/2).
Berbagai sekolah yang menjadi tempat PPL mahasiswa STAIMUS antara lain SMP Muhammadiyah I, SMP Muhammadiyah VII dan SMP Al-Irsyad (Solo). Selain itu masih ada SMP Muhammadiyah II Karanganyar, MTS Negeri I Wonogiri, MTs Negeri Sukoharjo dan MTs Tamrinus Syibyan (Pati).
Para mahasiswa PPL diharapkan bisa belajar menerapkan berbagai teori yang didapat di bangku perkuliahan di sekolah tempat PPL dilaksanakan. (H61-91)
Kemdikbud Dorong Mahasiswa Kuliah ke AS
SEMARANG - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) mendorong mahasiswa kuliah ke AS untuk meningkatkan jumlah pertukaran pelajar. Hal itu diungkapkan Direktorat Kelembagaan dan Kerja Sama Kemdikbud Purnomo saat seminar tentang Sosialisasi Implementasi Comprehensive Partnership RI-AS di Kampus FISIP Undip, Senin (13/2).
Purnomo mengatakan, target yang ingin dicapai dalam sosialisasi tersebut adalah meningkatkan jumlah mahasiswa Indonesia yang belajar di Amerika Serikat selama empat tahun ke depan.
"Dengan demikian, langkah tersebut ikut mempertahankan pertumbuhan yang stabil dari pemohon visa pelajar Indonesia. Selain itu, juga meningkatkan dan memperkuat kemitraan antarperguruan tinggi yang mencakup penelitian bersama, pertukaran dosen, pertukaran mahasiswa, dan lainnya. Saya berharap kemitraan itu dapat meningkatkan program pertukaran pendidikan yang disponsori pemerintah, termasuk pendidikan guru," jelasnya.
Direktur Amerika Utara dan Tengah Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Bunyan Saptono mengatakan, seminar itu adalah cara untuk mendapatkan masukan dan menjadi wadah yang tepat untuk memperluas kerja sama di berbagai bidang dengan melibatkan semua pemangku kepentingan, termasuk akademisi, pelaku bisnis, dan masyarakat madani.
Seminar yang digagas Program Studi Hubungan Internasional (HI) FISIP Undip ini diikuti dosen, mahasiswa, dan instansi pemerintah yang menaruh perhatian terhadap masalah luar negeri.
Rektor Undip Prof Sudharto P Hadi MES PhD saat membuka acara mengatakan, seminar itu penting khususnya bagi pemerhati pendidikan luar negeri. Dia berharap dengan adanya sosialisasi tersebut Kemenlu dapat memperoleh masukan-masukan yang bermanfaat bagi penyempurnaan kerja sama antara RI-AS.
"Saya harap sosialisasi ini bisa menambah pengetahuan kita dan dapat memberi manfaat bagi kedua belah pihak," tandasnya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar